Universitas Kristen Immanuel
Yogyakarta
"Integrity & Creativity"
Lokasi UKRIM
News

Workshop Management Fakultas Ekonomi & Bisnis

Posting : Selasa, 13/03/2012

     Menempatkan klien sebagai mitra dalam mengerjakan suatu proyek adalah suatu hal yg terpenting dalam management proyek, dimana solusi terbaik dari sebuah permasalahan bisa didapat dari masukan/ide dari mereka. Demikian yang disampaikan oleh Dr. Sahid Susilo Nugroho, MSc, Chief of the Department of Management, Faculty of Economics & Business, UGM pada acara Workshop Management Fakultas Ekonomi & Bisnis UKRIM yang diselenggarakan pada Rabu (29/2) kemarin yang dihadiri semua dosen dari Fakultas Ekonomi & Bisnis. “ Berikan 1 solusi yang terbaik untuk permasalahan mereka,jangan memberikan pilihan-pilihan yang malah akan membuat bingung klien. Tentukan pilihan terbaik yang didasari argument-argument yang jelas dan sesuai dengan kebutuhan klien”, sarannya. Dalam paparannya, mengatur sebuah Pusat Studi dalam mengerjakan proyek-proyek memerlukan penanganan secara internal lebih dulu, baik soal fee, governance maupun menetapkan standar yang dipakai. Setelah ini tertata baru menangani masalah external klien, baik itu menentukan target pasar,membuat kontrak, menghasilkan produk yang original/customized hingga memberikan service pada klien.

      Workshop yang diselenggarakan 2 hari ini juga menghadirkan Bapak N.M. Sinulingga, seorang pakar pertanian Indonesia. Sinulingga mengetengahkan topik tentang Sistem Agribisnis Pupuk di Indonesia, dimana sistem agribisnis yang baik adalah sistem yang memiliki daya saing, berkerakyatan, berkelanjutan & berpola desentralisasi. “ Kata kunci sistem agribisnis adalah integrasi antara pertanian, industri & jasa” jelasnya, dimana sistem agribisnis memiliki 5 komponen/sub-sistem yaitu: sub-sistem agribisnis hulu, sub-sistem usaha tani, sub-sistem pengolahan, sub-sistem industry & sub sistem jasa. ”Pupuk hanya sebagian kecil dari sistem agribisnis, tapi sangat penting peranannya, 60% biaya produksi kelapa sawit adalah pupuk” jelasnya. Sinulingga menjelaskan bahwa peluang bisnis pupuk di Indonesia masih sangat besar karena  permintaan lebih besar dari suplai, kecenderungan konsumen beralih dari pupuk tunggal ke pupuk majemuk dan organik serta mengutamakan mutu pupuk kemudian kecenderungan pemerintah mengurangi dana subsidi pupuk. (Yn)

Universitas Kristen Immanuel
Jl. Solo Km 11,1
Yogyakarta
(0274)496256.
humas@ukrimuniversity.ac.id