Universitas Kristen Immanuel
Yogyakarta
"Integrity & Creativity"
Lokasi UKRIM
Alumni

UKRIM mendidik untuk beriman dan berpengharapan kepada Yesus Kristus

Posting : Selasa, 28/02/2012
Saya dilahirkan di kota Waikabubak Kabupaten Sumba Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur pada tanggal 12 Juni 1965. Masa kecil saya, saya habiskan di kota ini sampai saya lulus SMA SMA pada tahun 1984. Di tahun yang sama saya melanjutkan pendidikan di Akademi Sekretaris Malang (ASM Malang) mengambil jurusan Sekretaris Direksi. Tahun 1987 saya menyelesaikan Program Diploma 3 dan langsung bekerja di Jakarta. Menikah dengan Marthen Wanda dan pada bulan September 1990 memulai bekerja di Universitas Kristen Immanuel (UKRIM), Yogyakarta.

Tidak terlupakan ketika pertama kali memulai pekerjaan di UKRIM, waktu itu saya merasa menyesal dan saya berpikir dalam hati kenapa saya harus bekerja di UKRIM. Bayangkan dari kota Jakarta yang ramai, serba cepat kemudian harus berpindah ke UKRIM yang sepi, gersang, jauh dari perkotaan, tetapi setelah itu saya tahu Allah mempunyai rencana yang indah bagi saya, karena di UKRIM untuk pertama kalinya saya mengenal Allah secara pribadi.

Saya dilahirkan dari keluarga Kristen, tetapi semua hal yang berhubungan dengan kekristenan saya, saya jalani hanya sebagai sebuah kewajiban saja. Sampai akhirnya ketika saya berada di UKRIM dan untuk pertama kalinya saya mengikuti chapel UKRIM saya merasa menemukan Allah yang sesungguhnya. Saya merasa damai sejahtera meliputi saya, saya tahu ada rencana yang Allah sediakan bagi saya di depan tetapi saya harus diperlengkapi dulu di UKRIM.

Tahun 2002 atas keinginan pribadi saya mengajukan permohonan untuk melanjutkan D3 saya di Fakultas Ekonomi UKRIM dan tahun 2004 saya menyelesaikan Sarjana Ekonomi saya di UKRIM. UKRIM memang bukan Universitas yang besar, bukan juga Universitas yang memiliki kampus megah di tengah kota, tetapi saya bersyukur karena di UKRIM selain menimba ilmu saya juga dididik untuk beriman dan berpengharapan kepada Yesus Kristus.

Saat ini saya bekerja sebagai Anggota KPU Kabupaten Sumba Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Sesuai aturan maka setiap kabupaten harus memiliki 5 orang anggota KPU yang merupakan penyelenggara Pemilu, baik itu Pemilu Legislatif, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, Pemilu Kepala Daerah Propinsi maupun Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota di Kabupaten tersebut. Dari 5 anggota KPU yang berada di Kabupaten Sumba Barat saya adalah satu-satunya wanita. Bekerja untuk hal-hal yang berhubungan dengan politik tentu bisa dibayangkan, tetapi disinilah saya bersyukur bahwa Allah sudah mempersiapkan saya dan memperlengkapi saya ketika saya belajar dan bekerja di UKRIM.

Tahun 2010 merupakan pengalaman yang tak terlupakan bagi saya. Tahun ini adalah merupakan tahun pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (PEMILU KADA) Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Sumba Barat periode 2010-2015. Seperti yang kita ketahui bahwa Pemilu Kada Bupati dan Wakil Bupati adalah Pemilu yang paling rentan kerusuhan karena langsung bersentuhan dengan masyarakat setempat. Bahwa ada masyarakat yang pro dan kontra dengan hasil Pemilu Kada adalah hal biasa tetapi kalau pro dan kontra itu diwujudkan dengan hal-hal anarkis itu bukan hal biasa. Berdasarkan pengalaman Pemilu Kada Bupati dan Wakil Bupati sebelumnya maka setiap kami diperlengkapi dengan pengawalan pribadi. Setiap anggota KPU mendapat pengawalan pribadi masing-masing 2 orang anggota Brimob yang stand by 24 jam selama 2 bulan. Tanggal 17 Juli 2010 merupakan hari yang menakutkan karena kantor kami diblokir oleh para pendukung yang tidak puas dengan hasil Pemilu Kada. Kami melakukan rapat pleno di dalam ruang rapat dengan dijaga ketat oleh kurang lebih 300 orang anggota polisi dan Brimob. Sebagai manusia biasa kami gemetar apalagi saya adalah satu-satunya wanita diantara 4 pria, tetapi UKRIM mengajarkan kepada saya bahwa Allahku adalah yang dahsyat, kalau saya sudah berjalan sesuai dengan perintahNya maka tidak ada yang perlu saya takutkan. Saya dan teman-teman sudah melakukan bagian kami, bekerja dengan penuh kejujuran dan sesuai peraturan yang berlaku dan saya tahu Tuhan akan melakukan bagianNya. Pleno berjalan baik dan akhirnya terpilih Bupati defenitif periode tahun 2010-2015 tanpa peristiwa anarkis.

Selain sebagai anggota KPU, saya juga dipercayakan sebagai Wakil Ketua Paduan Suara GKS Waikabubak dan juga Sekretaris Pokja I PKK Kabupaten Sumba Barat. UKRIM sudah memberikan segalanya buat saya, ilmu dan iman dan sekaranglah waktunya bagi saya untuk mempraktekkannya dalam kehidupan saya sebagai pekerja dan sebagai masyarakat. Terima kasih UKRIM karena telah memberikan pelajaran yang sangat berharga untuk saya, karena itu saya mau berbagi dengan adik-adik yang masih kuliah di UKRIM atau yang nantinya memilih kuliah di UKRIM, jangan pernah berkecil hati karena UKRIM bukan Universitas yang besar, bukan juga Universitas yang berdiri megah di tengah kota, tetapi marilah kita berbangga karena di UKRIM kita bukan saja belajar ilmu pengetahuan tetapi iman kita ditempa sehingga kita siap menghadapi dunia luar yang makin kompleks. HIDUP UKRIM, JAYA UKRIM.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

 I. RIWAYAT PRIBADI
1. Nama : Anggrainy H. Awang
2. Tempat/tanggal lahir : Waikabubak, 12 Juni 1965

II. RIWAYAT PEKERJAAN
1. Tahun 1987 1988 : Sekretaris Direksi, Ratu Perdana Indah, Jakarta
2. Tahun 1990 2003 : Sekretaris Rektorat UKRIM, Yogyakarta
3. Tahun 2004-2007 : Sekretaris Yayasan Iman Indonesia, Yogyakarta
4. Tahun 2008 sekarang : Anggota KPU Kabupaten Sumba Barat Propinsi Nusa Tenggara Timur
5. Kegiatan lain : a. Wakil Ketua Paduan Suara GKS Waikabubak, Sumba Barat
                            b. Sekretaris Pokja I PKK Kabupaten Sumba Barat
Universitas Kristen Immanuel
Jl. Solo Km 11,1
Yogyakarta
(0274)496256.
humas@ukrimuniversity.ac.id