Universitas Kristen Immanuel
Yogyakarta
"Integrity & Creativity"
Lokasi UKRIM
International Exposure

Memperluas wawasan bersama Salome Reusch

Posting : Senin, 06/03/2017

Seorang mahasiswi ‘Electrical Engineering’ dari ‘Allen University of Applied Sciences’ di Jerman, terlihat mengadakan percobaan, menyelenggarakan seminar bagi mahasiswa, berbagi data dengan para dosen, bahkan ikut bermain dan bepergian dengan mahasiswa serta dosen di kampus UKRIM. Dia adalah Salome Reusch, mahasiswi berkebangsaan Jerman yang sedang magang di UKRIM sejak awal Oktober 2016 untuk memenuhi tuntutan kelulusan program studinya. Sebelum ini komunitas UKRIM juga telah diperkaya dengan kehadiran tiga orang mahasiswa dari Jerman lainnya yang magang di kampus UKRIM untuk beberapa bulan pada waktu yang silam. Selain memperkuat nuansa internasional, kehadiran Salome Reusch dan ketiga pendahulunya di UKRIM telah memperluas wawasan akademik dan kultural di kalangan civitas akademika di kampus UKRIM.

Kegiatan akademik Salome menyangkut percobaan-percobaan dan penelitian dalam bidang Energi Terbarukan, sebuah topik yang oleh Bapak Presiden dianggap “… perlu ada perhatian serius, seperti melakukan riset… sampai sekarang … belum diseriusi dengan baik” (*). Di bawah bimbingan Daniel Pianka, seorang dosen tamu bidang Energi Terbarukan dari Jerman yang sedang bertugas di UKRIM, ia mengadakan percobaan-percobaan untuk membangun lampu dan “charger” untuk telepon genggam bertenaga surya. Salome mengambil kesimpulan, bahwa energi surya yang dapat dituai di Indonesia sangat besar dibandingkan dengan apa yang diperoleh di Jerman karena lokasi Indonesia di daerah tropis mengakibatkan paparan surya dengan intensitas tinggi dan waktu yang panjang. Salome juga merasa penggunaan tenaga surya juga sejalan dengan usaha pemerintah untuk menyediakan listrik buat setiap orang dan agar penyediaan listrik ini ramah lingkungan. Di samping itu Salome mencoba menghitung untung rugi memasang panel solar untuk gedung baru yang sedang dibangun oleh UKRIM. Menurut perhitungannya, jumlah panel solar yang sedikit pun akan mampu mengurangi ketergantungan kampus pada listrik yang disediakan oleh PLN, dan tentunya berguna pada saat listrik padam.

Perluasan wawasan kultural terjadi secara timbal balik antara Salome dan civitas akademika UKRIM. Salome sangat menikmati satu hal yang menjadi ciri kebudayaan yang khas di UKRIM, yaitu “kultur” musik yang dipraktikkan oleh mahasiswa secara menyeluruh dan bukan hanya oleh mereka dalam program studi musik gereja. Ia juga belajar menyukai makanan Indonesia; dulu ia tidak bisa makan sambal, namun sekarang dia mulai menikmatinya. Dia sangat suka es jeruk, ayam goreng Kalasan, dan soto. Di sisi yang lain, komunitas di UKRIM mempelajari beberapa sifat khusus dari Salome. Sebagai contoh, kegigihan dan keteraturannya dalam bekerja dan melakukan penelitian yang “khas” dalam kebudayaan Jerman telah menjadi teladan. Dan, tentu saja, komunitas di sekeliling Salome dengan sendirinya menjadi bersifat internasional dan Bahasa Inggris spontan dipakai sebagai alat komunikasi.

Keterlibatan Salome dan ketiga mahasiswa magang dari Jerman lainnya secara akademik dan kultural sungguh memperkaya kehidupan kampus di UKRIM. Felix Wenzler dari program “Sustainable Electrical Power Supply” di University of Stuttgart yang berada di UKRIM dari April hingga Juni 2015 mengembangkan bahan pengajaran tentang Energi Terbarukan dan Penggunaaannya di Daerah Terpencil di Indonesia. Ia pun memperkaya wawasan para mahasiswa Fisika dengan mengadakan satu seri “workshop” tentang Energi Terbarukan yang berpuncak pada perlombaan membangun kolektor tenaga surya antar mahasiswa. Setelah itu Matthias Markwart dari program studi Teknik Mesin yang terfokus pada Teknologi Tumbuhan dan Energi di South Westphalia University of Applied Sciences di Jerman juga manjadi mahasiswa magang di kampus dari Maret hingga Juni 2016. Matthias mengembangkan Excel-sheet untuk membangun sebuah pengering bertenaga surya untuk hasil-hasil tani di Indonesia serta mensosialisikan proyek ini dalam sebuah seminar. Seperti halnya Salome, Felix dan Matthias juga dibimbing oleh Bp. Daniel Piyanka. Tak kalah pentingnya adalah kehadiran Isabella Thuerauf dari program studi Media Engineering di George Simon Ohm University di Jerman selama tiga bulan juga pada pertengahan tahun 2016. Sebelum datang ke UKRIM dia telah magang di DATEV, sebuah perusahaan software dan penyediaan layanan IT yang terkemuka di Jerman. Di UKRIM dia membantu membuat design sebuah website serta mengembangkan program robot di bawah arahan Pak Hans Beling yang pada saat itu masih menjadi dosen dalam program studi TI di UKRIM.

Terima kasih dan selamat berpisah Salome, Felix, Matthias, dan Isabella! Kami berharap agar pada waktu yang akan datang proyek-proyek yang telah dimulai dapat kita teruskan bersama dengan pengetahuan yang lebih matang dan teknologi yang lebih mampu dan tepat guna, serta berdampak dengan lebih nyata bagi masyarakat secara umum, dan terutama bagi masyarakat di daerah-daerah 3T di Indonesia. (FM, UKRIM)

(*) https://m.tempo.co/read/news/2017/01/05/090832977/jokowi-kita-belum-serius-memperhatikan-energi-terbarukan

Universitas Kristen Immanuel
Jl. Solo Km 11,1
Yogyakarta
(0274)496256.
humas@ukrimuniversity.ac.id